Aksi 4 Nopember 2016 di Jakarta bukan aksi anti Cina ataupun anti Kristen , tapi Aksi 4 Nopember 2016 adalah aksi dimana Penista Al Qur'an yaitu AHOK ( Basuki Tjahya Purnama). Penistaan Al Qur'an yang dilakukan Ahok saat di depan warga kepulauan seribu, sungguh menyakitkan kaum Muslimin.
"Kalau Bapak ibu gak bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al
Maidah 51, macem-macem itu. Kalo bapak ibu merasa, gak milih nih karena
saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa" kata Ahok sewaktu
berkunjung di Kepulauan Seribu dan diunggah ke Youtube pada Senin
(26/9/2016) lalu.
Tentu saja pernyataan Ahok yang entah karena "keceplosan" atau tidak sengaja. tentu hal ini menuai keras umat Islam. Sehingga Aksi 4 NOpember 2016 sebagai Aksi Bela Islam II untuk mengawal Fatwa MUI terkait kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu, 27 September 2016.
Aksi Damai 4 Nopember 2016 di Jakarta yang di ikuti jutaan umat Islam di Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia, berbagai element, suku, warna kulit, organisasi, mereka semua bersatu sebagai umat Islam yang yang ingin membela AL Qur'an yang telah dinistakan oleh ahok dan ingin agar ahok segera ditindak sesuai undang - undang Negara.
"Alhamdulillah Aksi Bela Islam jilid 2 berjalan damai dan tertib meski disusupi provokator yang kecewa jika berlangsung damai,ada yang tidak menghendaki damai, tapi komitmen aksi kedamaian tidak bisa ditawar - tawar" demikian penjelasan UBN ( Ustadz Bachtiar Nasir ) sampaikan pada Konferensi Pers GNPF-MUI Terkait Aksi 4 Nopember 2016 pada tanggal 5 Nopember 2016
[Mardiyah]

0 Komentar
BerKomentarlah yang sopan dan bijak